Panglima TNI Jelaskan Maksud Perintah Siaga 1: Menguji Kesiapsiagaan Personel

Terkini 03 Apr 2026 15:49 1 min read 7 views By ADV. A.M JAYA, S.H., M.H

Share berita ini

Panglima TNI Jelaskan Maksud Perintah Siaga 1: Menguji Kesiapsiagaan Personel
CIANJUR BANDUNG JAWA BARAT. abah-news.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto buka suara soal telegram yang berisi perintah siaga 1 terhadap seluruh jajaran institusinya. Siaga 1, jelas Agus, merupakan hal yang biasa dalam militer maupun kesiapan prajurit dalam penanggulangan bencana. "Siaga 1 itu kan istilah di militer, istilah yang biasa di militer. Saya sudah berlakukan siaga 1 tentunya di satuan-satuan itu Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam. Jadi, setiap kodam itu satu batalion siaga 1 apabila di wilayahnya ada bencana alam," ujar Agus di Istana, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam. Perintah siaga 1 juga disebutnya bukan sesuatu yang luar biasa, tapi bagian dari mekanisme standar untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan. Kita menguji kesiapsiagaan personel dan material. Jadi, ini hal yang biasa," jelas Agus. Wartawan kemudian menanyakan apakah konflik di Timur Tengah menjadi alasan dikeluarkannya perintah siaga 1, tapi Agus memilih menjawab singkat. "Oke ya terima kasih ya, itu hal biasa lah siaga 1 itu," ujar Agus. Uji Kecepatan Mobilisasi Status siaga dikeluarkan memastikan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di dalam negeri. Soal konvoi kendaraan taktis yang sempat terlihat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Agus menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah bagian dari simulasi dan pengujian kecepatan mobilisasi pasukan. TNI tengah menghitung waktu yang dibutuhkan satuan dari satu titik menuju titik tertentu apabila terjadi situasi darurat. "Misalnya, dari wilayah-wilayah itu di wilayah Jakarta, berapa menit kita hitung gitu kan, sehingga kalau terjadi sesuatu di Jakarta kan bisa cepat digerakkan," ujar Agus. Di samping itu, TNI disebunya akan membantu polisi dalam rangka libur Nyepi dan Idul Fitri 1447 H/2026. "Itu kan uji kesiapsiagaan itu, kalau sudah, kita cek, kita kembalikan lagi ke kesatuan," imbuh jenderal bintang 4 tersebut. 7 Instruksi dalam Siaga 1 TNI Dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026, Panglima TNI memberikan tujuh instruksi utama kepada satuan di lingkungan TNI. Pertama, Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI diminta menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Selain itu, mereka juga diperintahkan melakukan patroli di objek vital strategis dan sentra perekonomian. Patroli tersebut meliputi bandara, pelabuhan laut maupun sungai, stasiun kereta api, terminal bus, hingga fasilitas penting seperti kantor perusahaan listrik negara. TNI Siaga 1, Antara Kesiapsiagaan Negara dan Keresahan Publik Kedua, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diperintahkan melaksanakan deteksi dini serta pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam. Ketiga, Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI diminta menginstruksikan atase pertahanan RI di negara-negara yang terdampak konflik untuk mendata dan memetakan kondisi warga negara Indonesia (WNI). Selain itu, mereka juga diminta menyiapkan rencana evakuasi jika diperlukan. Langkah tersebut dilakukan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta perwakilan diplomatik Indonesia di negara terkait. Keempat, Kodam Jaya diperintahkan meningkatkan patroli di berbagai objek vital strategis serta kawasan kedutaan besar di wilayah DKI Jakarta guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Kelima, satuan intelijen TNI diminta melakukan deteksi dini serta pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan di objek vital strategis dan kawasan kedutaan. Keenam, seluruh badan pelaksana pusat (Balakpus) TNI diminta melaksanakan kesiapsiagaan di satuan masing-masing. Apel di Monas dan Status Siaga 1, TNI Dinilai Tunjukkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat Ketujuh, setiap perkembangan situasi yang terjadi di lapangan harus segera dilaporkan kepada Panglima TNI. "Telegram ini merupakan perintah," bunyi dalam telegram tersebut. Adapun telegram Panglima TNI itu ditujukan kepada KSAD, KSAL, KSAU, Kasum TNI, Irjen TNI, Asrenum, Asops Panglima TNI, Para Pangkotamaops TNI, Dansesko TNI, Danjen Akademi TNI, Kabais TNI, Dankodiklat TNI, Koorsahli Panglima TNI, Asintel, Aspers, Aslog, Aster, Askomlek, Panglima TNI, Para Dan/Kabalakpus Mabes TNI, Dansatkomlek, Kapusdalops, Kasetum TNI, Dandenma Mabes TNI.

KOPASGAT

AbahNews
Chat with us on WhatsApp